Saudara di Pulau Seberang
Senin, 16 Oktober 2023
Penulis tunaikan niat sambung silaturrahim dengan orang-orang di pulau seberang. Sritejo Kencono, Gunung Sugih, Lampung tepatnya. Selamat 7 hari (2 hari perjalanan dan 5 hari di lokasi), kami menghadiri pernikahan teman sekelas yang sudah lebih dulu dipertemukan jodohnya.
Pada kesempatan yang cukup singkat, penulis dapat memahami sedikit banyak perbedaan kebudayaan, adat istiadat, serta kebiasaan yang berlaku di tanah seberang tersebut. Contoh sederhana, pada saat mempelai pengantin mengenakan pakaian adat untuk pernikahan nuansa yang digunakan sangatlah beda, tampak lebih mewah dan lengkap membuat nuansa makin meriah.
Selama di Lampung, penulis peroleh kesempatan singgah di tempat yang sangat nyaman. Pak Dhe Noni, Bu Dhe Nung, dan anak beserta menantunya yang menyambut kami dengan hangat. Tempat yang tak jauh dari rumah teman kami, tempat tersebut bernama Desa Sapto Mulyo. Oleh Pak Dhe Noni dan keluarga, kami diperlakukan layaknya anak sendiri dan dijamu dengan makanan khas resep Bu Dhe sendiri. Tidak menyiakan kesempatan yang ada, selama di situ penulis sempatkan mengunjungi Kota Metro singgah sejenak seruput kopi nikmat di tempat anak muda melepas lelah selesai sekolah. Hari berikutnya penulis turut Kokok (kakak dalam bahasa sana) Marko yang mengirim beras ke Bandar Jaya. Sejumlah 1,5 ton beras kami antar dengan jarak tempuh kurang lebih satu jam perjalanan.
Mengingat, meresapi, dan meninjau kembali apa yang telah penulis alami dalam sepekan. Besar harapan agar pemerintah setempat dapat memperbarui jalan yang sudah lama rusak. Penulis rasakan perbedaan yang tampak dari Jawa dan Sumatera, penyebab lamanya perjalanan adalah kondisi jalan bukan jarak yang menentukan.
One more memorable moment, penulis mendapat kesempatan mengaduk adonan wajik pada hari sebelum acara ngundhuh mantu di sritejo dilaksanakan. Cukup penat, lelah, bercampur keringat yang membasahi seluruh tubuh karena di dekat tungku dengana api yang menyala. Tidak akan terlupa bahkan akan terus terbayang momen langka tersebut.
Pesan hidup kali ini:
Jangan berekspektasi terlalu tinggi akan apapun yang kamu rencanakan atau hendak kamu ketahui keadaaannya. Cukup menaruh ingin yang sederhana dan syukuri segalanya.
#LampungTengah, Sumatera
Komentar
Posting Komentar