Sudah Vaksin Masih Bisa Positif
Pandemi covid-19 masih marak di Indonesia, semua kegiatan masyarakat dibatasi dan diberlakukan PPKM darurat hingga level 4. Pembatasan ini membuat perekonimian masyarakat menurun, menurunkan kualitas sumber daya manusia dan menghambat kemajuan. Namun, yang lebih miris lagi tidak sedikit orang mengalami gejala akibat terinveksi virus walau sudah divaksin. Penulis sendiri contohnya.
Penulis mendapatkan vaksin Astrazeneca pada hari kamis tanggal 8 Juli 2021. sehari setelah vaksin penulis mengalami demam dan pusing. Jumat sore barulah penulis merasa baikan dan bisa beraktivitas kembali. Sayanynya, saat berkegiatan pasca vaksin penulis kurang berhati-hati. Banyak anak di sekitar penulis mengalami anosmia dan penulis tidak membatasi diri dari penderita.
Tepat seminggu setelah vaksin (di hari kamis berikutnya) penulis mengalami demam tinggi, awalnya penulis mengira hal tersebut disebabkan oleh suhu dingin yang terjadi akibat aphelion(posisi matahari jauh dari bumi). Namun, penulis mendapat anosmia/ hilang indra penciuman pada tanggal 18 Juli 2021. Hari Ahad hingga hari kamis selama anosmia di 5 hari pertama penulis tetap bertahan di asrama. Pada hari ke-6 barulah penulis isolasi mandiri di rumah.
Pada hari ke-8 saat isolasi penulis baru bisa merasakan indra penciuman lagi, hari ke-9 benar-benar dapat membau dengan normal. Jadi, tahapannya seperti di bawah ini:
Vaksin - Kurang hati-hati - Anosmia+Isolasi Mandiri - Sembuh
Jadi, pesan hidup kali ini: JANGAN PERNAH LENGAH!! TETAP TAATI PROTOKOL KESEHATAN
Kita tidak dapat memastikan semua orang di lingkungan kita sehat sepenuhnya, oleh karena itu tetaplah berhati-hati. Salam sehat, salam sepenuhnya.
>>>>>>>>>>>>>>"""".""""<<<<<<<<<<<<<<<
Patuhi tips di atas dan tetaplah sehat <3
#jagakesehatan #jagadiri #taatiprotokolkesehatan #taatprokes #awascoviddimanamana #waspadadimanasaja #coviditunyata

Komentar
Posting Komentar