Budaya dan Pengembangannya

Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi pagelaran TIK yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika DIY 2019

Budaya dan Pengembangannya

Baru-baru ini kita dapati beberapa isu tentang maraknya penggunaan teknologi informasi hampir dalam segala bidang. Bidang budaya contohnya. Bidang ini memanfaatkan teknologi informasi demi pengembangan serta pelestarian. Dalam penggunaannya di bidang budaya, teknologi informasi diaplikasikan dalam beberapa hal yang sering melibatkan event menarik. Pengaplikasian tersebut antara lain; pemasaran, perekrutan,  perencanaan, dan pelaksanaan.

Pemasaran di sini adalah pemasaran akan budaya lokal yang sudah semestinya dilestarikan oleh penerusnya. Dinas kebudayaan di seluruh indonesia telah bekerja sama dengan berbagai mitra demi mewujudkan terciptanya akar budaya lokal dengan memanfaatkan teknologi informasi. Tetapi, tidak semua pengguna teknologi informasi menyadari akan hal ini tentunya. Namun, dampak yang timbul dari penggunaan teknologi tersebut sudah dapat kita rasakan. Salah seorang Dimas (duta pariwisata) Kabupaten Bantul berpendapat, " sebenarnya pemanfaatannya bagus sekali. Tetapi sayang tidak semua menyadarinya." Dari setatement tersebut, hendaklah kita sebagai pengguna teknologi informasi di era milenial ini menggunakan gadget dengan bijak. Tidak perlu muluk-muluk, cukup kita gunakan untuk browsing atau mencari tahu akan budaya lokal dengan melihat di pencarian maupun pada akun sosial media, seperti; facebook, instagram, twitter, dan masih banyak lagi. Harapannya, semoga setelah membaca artikel ini pembaca dapat lebih bijak bersosial media. Diawali dengan mengakses yang bermanfaat khususnya demi lestarinya budaya lokal.

Pada bagian perekrutan, saat ini sedang marak adanya sistem perekrutan online. Sebagai contoh, Kementrian Pemuda dan Olahraga selalu mengadakan kegiatan yang mempertemukan berbagai delegasi terpilih dari masing-masing provinsi di Indonesia untuk saling mempromosikan budaya dan pariwisatanya. Kegiatan tersebut antara lain; JPI (Jambore Pemuda Indonesia), KPN (Kapal Pemuda Nusantara), Pemuda Pelopor, dan masih banyak lagi. Sistem dan prosedur yang digunakan tidak lepas dari peran teknologi informasi. Calon peserta kegiatan akan diarahkan untuk mengisi form online berisikan data pribadi meliputi NIK, tempat lahir, tanggal, lahir, alamat, serta kontak yang dapat dihubungi. Setelah mengisi data tersebut, teknologi informasi berperan lagi menghimpun para pendaftar dalam satu group atau kelompok yang dapat mengakses informasi secara mudah dan praktis. Barulah, pada hari-H mereka dipertemukan dengan teknologi informasi pula untuk mengakses lokasi yang dituju.

Perencanaan. Sebuah kegiatan pastinya memerlukan rencana, tidak luput pula dari peran teknologi informasi. Seluruh anggota penyelenggara (panitia) akan dimudahkan dengan adanya gadget untuk saling berkomunikasi serta membuat relasi dengan pihak-pihak terkait demi kelancaran agenda mereka. Tidak menutup kemungkinan relasi yang mereka miliki akan bertambah seiring bertambahnya properti pokok yang selama ini belum atau bahkan tidak pernah mereka gunakan sebelumnya. Untuk mengakses dan mempersiapkan lokasi pun mereka memerlukan bantuan teknologi informasi demi kelancaran rencana yang mereka susun.

Setelah rencana tersusun dengan sesuai dan tidak menemui kekurangan, pelaksanaan adalah langkah yang dilakukan. Bertepatan pada hari-H semua panitia, peserta, tamu undangan, serta pihak terkait hadir dalam satu lokasi dengan koordinasi panitia. Di sini, teknologi informasi berperan untuk mengondisikan peserta (yang telah mendaftar dan lolos seleksi-jika ada seleksi) dan tamu undangan seperti pejabat pemerintah, unsur mustika, dll. Panitia akan mengondisikan mereka dengan saling berkomunikasi. Ada yang mengarahkan peserta menuju lokasi utama, ada yang menyiapkan ruang transit bagi tamu undangan, serta, ada yang mengarahkan tamu undangan untuk memasuki ruang transit.
Begitulah pemanfaatan teknologi informasi dalam upaya memperkuat akar budaya lokal yang ada di Indonesia.
~terima kasih sudah membaca~


Jangan lupa add dan follow akun kominfo DIY di

Facebook : Kominfo DIY
Instagram: @kominfodiy
Twitter     : @kominfodiy

Komentar

Postingan populer dari blog ini

We Grow Together!!

Resign, KIJ, dan Al Ghifari