Eling mati
Remember to Allah
Ketika penulis tengah menghadiri rumah duka di daerah Sentolo, Penulis berjumpa dengan guru-guru SD, orang terdekat, dan guru SMA saat ini.
Entah mengapa serasa keinginan menyambung tali silaturrahim dengan orang-orang terdekat mulai timbul ke permukaan saat itu juga.
Ingin rasanya hati menyampaikan kehendaknya kepada seluruh dunia yang hendak diselimutinya dengan hal yang tak seberapa tapi penuh arti. Penulis mulai memiliki hasrat untuk menjalin hubungan baik dengan semua pihak terkait, baik itu saudara, keluarga, tetangga, teman, sahabat, hingga orang-orang yang sangat berarti dan berjasa besar bagi penulis.
Namun sayang, penulis belum sanggup realisasikan harapan yang indah tersebut. Entah karena merasa belum pantas(masih merasa hina dihadapan Allah) atau karena belum memiliki cukup keberanian?
Yang pasti dari peristiwa takziah pada hari ini, hendaklah kita sebagai manusia, "ciptaan Allah yang tiada apa-apanya" senantiasa ingat mati dan bermunajad kepada Allah. Semoga ilmu dan amal yang ia dapat di dunia dapat menolongnya di hari akhir nanti,
"Ya... Rabb, jangan dulu Engkau ambil nyawa dalam jasad. Sebelum, ku kembali bertaubat."
Layaknya potongan syair di atas, hendaklah kita senantiasa menjalin tali silaturrahim kepada sesama dan ciptakan kerukunan antar umat beragama. Khususnya bagi sesama muslim di Bumi Pertiwi ini.
Andai dulu waktu kecil kita pergunakan untuk belajar agama hingga benar-benar baik, hingga benar-benar fasih, hingga sangat kecil sekali kemungkina salah bagi kita. Pasti Allah akan permudahkan kita dalam berbuat kebajikan, dan bukannya dalam berbuat kemaksiatan.
Barokallah,.....
Semoga gave benefit for the reader, thank you so much see U at the next post.
Wiiih teruskan fan
BalasHapus