Resign, KIJ, dan Al Ghifari

Resign merupakan satu kata dalam bahasa inggris yang jika dipikirkan membuat orang bingung, risau, bahkan merasa bersalah. Tetapi, setelah melakukan dan menjalani kegiatan setelahnya resign membuat pelakunya menjadi tenang dan damai. Setelah resign dari Primary Global Islamic School 3 Yogyakarta, penulis memulai kehidupan baru bersama anak-anak Sekolah Dasar di Kampung Inggris Jogja yang berlokasi di Ngebel, Tamantirto, Kasihan, Bantul.

I know, such a random life. Berbekal secuil pengalaman mengajar anak-anak menggunakan bahasa inggris kemudian mengaplikasikannya pada 3 kelas yang berbeda. Let's start with New York Class. I was a homeroom teacher for this class. All of the students are funny and teachable, and we have two clever students there. Let's just mention them, Fino the 7th grade. New student at Junior High. He can understand my words and also guess the meaning of all the sentences I gave. 2nd place there is Izzan, Fino's cousin which is currently study at the 6th grade in elementary.

Bukan menyesal memilih resign, penulis justru peroleh makna dari kebebasan dalam mendidik dan belajar lagi sebagai tenaga pendidik. Suatu pembelajaran tidak melulu memerlukan administrasi yang lengkap dalam praktiknya, asalkan kita bisa mengambil hati murid dan membuat perhatian mereka tertuju pada kita pembelajaran dapat berlangsung nyaman. Sesuai seperti yang dikatakan kepala sekolah at the previous school, penulis pelajari betul jika memenangkan hati anak-anak memang memberikan dampak positif yang cukup besar. Pembelajaran lebih kondusif, anak-anak lebih mudah memahami konteks dan mampu menyerap informasi, serta dapat menunjukkan hasil belajar dengan mengekspresikan apa yang sudah mereka pelajari secara spontan dan percaya diri.



Genap dua pekan di Kampung Inggris Jogja, penulis peroleh banyak hal. Tidak cuma gaji yang lumayan setelah terakumulasi pada akhirnya, tetapi pengalaman seru mengajar anak-anak dari latar belakang yang berbeda dan tingkat kemampuan yang berbeda pula. Penulis dapati di kelas selanjutnya, yakni Chicago. Kelas ini bertempat di belakang Canteen, jadi setiap kali Ibu Kantin memasak aromanya akan langsung tercium dari luar. WOW what an interesting class right, di kelas tersebut ada Daffy yang sangat cerdas dengan kosakata bahasa inggris kompleks. Ada si lucu Altaf yang sering ijin ke toilet setiap 15 menit sekali tetapi selalu lancar saat menjawab pertanyaan. Amazing.

Last but not least, ada kelas Texas yang berlangsung selama satu pertemuan. Yups, benar-benar satu pertemuan. Caused by a lot of distraction lmao, kelas tersebut memang tidak ideal dengan adanya kamar-kamar di samping kanan dan kiri ruang belajar. Hari pertama pembelajaran dilakukan, para penghuni kamar ternyata sudah selesai dengan kelas masing-masing setengah jam sebelum pembelajaran seharusnya usai. Karena anak-anak penghuni kamar sudah berbondong-bongong masuk kelas, mengambil handuk, sabun, dan peralatan mandi lainnya anak-anak yang menyaksikan jadi tidak fokus untuk belajar. Al hasil penulis minta untuk dipindah ke ruang lain yang tidak bersinggungan dengan kamar asrama. That's all.

Now, let's talk about Al Ghifari. One of Islamic Terpadu School in Kulon Progo Regency. Specifically, located at Gulurejo, Lendah, Kulon Progo. Close to Gunung Pecok and Selo Giri Cafe, wow, the most perfect place for slow living. This place contained a lot of hidden gems that I would never find anywhere else. Lmao lmao, the correct choice. I chose to resign from my previous school because the location requires 70 minutes to reach. Alhamdulillah 'ala kulli haal, Allah will always gives us what we need not what we want. Barokallah...


Jangan lupa untuk tetap bersyukur ya readers, coz Allah memberikan rejeki itu dari arah yang tidak disangka-sangka. (min haytsu laa yah tasibb)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

We Grow Together!!